Quote
Factory Buyer Rate Questions

blog

Analisis Singkat tentang Transisi Industri Freight Forwarding ke Logistik Pihak Ketiga (3PL)

06 Feb 2026

By Joyce Jin    Photo:CANVA

 

Sudah diketahui luas bahwa freight forwarder memegang peran penting dalam perdagangan impor dan ekspor. Namun, seiring pesatnya perkembangan perdagangan pelabuhan dan meningkatnya jumlah perusahaan freight forwarding, semakin banyak forwarder menyadari bahwa kompetisi semakin ketat. Bagaimana menghadapi persaingan ini dan bagaimana menciptakan lebih banyak peluang bagi perusahaan adalah pertanyaan yang harus dihadapi setiap freight forwarder.

Karena itu, logistik pihak ketiga (Third-Party Logistics, 3PL) akan menjadi salah satu arah pengembangan bagi perusahaan freight forwarding. Transformasi industri freight forwarding menuju 3PL dapat memberikan layanan keagenan yang sistematis, personal, dan berbasis informasi kepada pelanggan. Ini adalah hasil dari perkembangan layanan logistik yang bergerak menuju spesialisasi dan sentralisasi.

Dalam proses transisi ini dan setelahnya, industri freight forwarding perlu belajar dari dan menyerap pengalaman maju negara lain dalam pengembangan layanan 3PL, agar dapat melayani perkembangan perdagangan impor dan ekspor pelabuhan di Tiongkok dengan lebih baik. Khususnya, sebagian freight forwarder skala kecil dan menengah perlu memposisikan diri secara tepat di pasar dan menawarkan layanan dengan karakteristik mereka sendiri.


I. Status Terkini Industri Freight Forwarding di Tiongkok

Dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh perkembangan perdagangan luar negeri yang cepat, industri freight forwarding tumbuh dengan pesat.

Sejak 1974, jumlah perusahaan freight forwarding internasional di kota Tianjin berkembang menjadi empat, yaitu Sinotrans, Tianjin Ocean Shipping, Penavico Tianjin, dan Tianjin Marine. Dengan pelaksanaan kebijakan reformasi dan keterbukaan, masuknya investasi asing dalam jumlah besar, serta berkembangnya perdagangan luar negeri secara cepat, negara secara bertahap melonggarkan kebijakan persetujuan untuk industri freight forwarding internasional. Pada 1987, jumlah freight forwarder di Tianjin berkembang menjadi 12. Pada akhir 1994 menjadi 38, dan pada tahun 2000 mencapai 155.

Seiring ekonomi nasional dan perdagangan luar negeri Tiongkok yang mempercepat laju perkembangannya, industri freight forwarding internasional sebagai bagian dari perdagangan jasa juga mengalami pertumbuhan cepat. Hingga akhir 2003, jumlah perusahaan freight forwarding internasional yang disetujui di Tianjin mencapai 300.

Pada saat yang sama, terdapat 56 perusahaan customs brokerage yang disetujui oleh bea cukai; 1.400 freight forwarder domestik yang disetujui oleh kantor transportasi gabungan di bawah komisi transportasi kota; lebih dari 200 persetujuan kumulatif untuk kantor perwakilan bisnis asing, Hong Kong, Makau, dan Taiwan di Tianjin yang melakukan aktivitas freight forwarding; serta dalam beberapa tahun terakhir, 80 agen Non Vessel Operating Common Carrier (NVOCC) yang disetujui oleh Kementerian Perhubungan. Total jumlah perusahaan yang disebutkan di atas sekitar 2.100. (Sumber: Logistics Network)

Namun, banyaknya perusahaan freight forwarding tersebut belum menyelaraskan struktur organisasi maupun proses operasional mereka dengan kebutuhan industri logistik. Hanya beberapa forwarder individual yang memiliki rencana awal untuk membangun sistem logistik. Setelah perusahaan logistik asing besar masuk ke Tiongkok, industri logistik Tiongkok akan menghadapi tantangan yang sangat besar.

Selain itu, perusahaan freight forwarding di Tiongkok menghadapi banyak persoalan:

  1. Tingkat profesional yang rendah: Saat ini banyak freight forwarder masih berada pada tahap di mana hampir siapa pun bisa melakukan pekerjaan ini. Layanan yang mereka berikan relatif sederhana, mudah digantikan, dan perannya sebatas perantara sederhana.

  2. Fungsi layanan relatif tunggal; layanan bernilai tambah masih tahap awal: Masih kurang perencanaan menyeluruh yang detail dan kurang posisi pasar yang jelas. Konsep logistik modern belum kuat, dan operasi masih terbatas pada ekspor melalui laut (atau udara), pengurusan kepabeanan, serta pergudangan dasar. Profitabilitas rendah, dan fungsi layanan bernilai tambah masih dalam tahap awal perkembangan.

  3. Perkembangan teknologi informasi (TI) tertinggal: Kita berada di era informasi dengan perkembangan e-commerce yang cepat. Di satu sisi, karena keterbatasan dana, sarana, dan SDM, sebagian pimpinan perusahaan freight forwarding masih belum menerima penerapan Management Information Systems (MIS), dan mayoritas forwarder belum mencapai pengelolaan sistem informasi logistik. Di sisi lain, terdapat miskonsepsi tentang TI. TI dipandang secara sempit sebagai alat utama untuk mengubah strategi dan model manajemen, atau sekadar alat otomatisasi untuk menghemat waktu dan biaya tenaga kerja. Freight forwarder domestik kurang melakukan investasi yang diperlukan pada infrastruktur TI. Banyak perusahaan tidak memiliki situs web sendiri atau tidak menjalankan aktivitas e-commerce yang diperlukan seperti pemasaran online.

  4. Freight forwarder terjepit antara shipper dan perusahaan pelayaran, dengan ruang lingkup bisnis terbatas: Selain itu, perusahaan pelayaran mulai mengadopsi model pemasaran terintegrasi, menawarkan layanan freight forwarding di samping transportasi kontainer. Dalam beberapa tahun terakhir, carrier besar seperti COSCO dan China Shipping juga membentuk perusahaan logistik sendiri yang menyediakan layanan logistik komprehensif termasuk freight forwarding. Mereka umumnya memiliki modal dan teknologi tertentu, sehingga mampu mendorong digitalisasi, otomatisasi, dan kecerdasan pada logistik perusahaan. Akibatnya, pangsa pasar perusahaan freight forwarding semakin menyempit.

  5. Sebagian shipper besar mulai mendirikan perusahaan freight forwarding sendiri: Dengan memanfaatkan keunggulan volume kargo, ruang hidup bagi agen freight independen menjadi semakin berat.

  6. Tekanan dari freight forwarder bermodal asing tidak dapat diremehkan: Setelah 2004, Tiongkok mengizinkan perusahaan asing yang sepenuhnya dimiliki (wholly foreign-owned enterprises) untuk menjalankan bisnis logistik yang berpusat pada freight forwarding. Saat ini, terdapat lebih dari 300 perusahaan freight forwarding asing yang sepenuhnya dimiliki.


II. Ke Mana Arah Jalan Keluar Industri Freight Forwarding di Tiongkok?

Pengembangan dan transformasi freight forwarder menjadi 3PL adalah salah satu jalan keluar bagi industri freight forwarding di Tiongkok. Saat ini, beberapa perusahaan pelayaran besar dan perusahaan freight forwarding telah memasukkan pengembangan logistik ke dalam agenda mereka dan merencanakan arah pengembangan logistik. Freight forwarder asing bahkan lebih maju, dan sudah menyebut diri mereka sebagai “LOGISTICS”.

Walaupun mengembangkan 3PL bukan satu-satunya jalan keluar bagi perusahaan freight forwarding Tiongkok, ini adalah tren yang tak terelakkan. Era memenangkan klien hanya dengan menyediakan satu layanan telah berakhir. Saat ini, perusahaan perdagangan luar negeri semakin menuntut freight forwarder menyediakan layanan terintegrasi seperti freight laut (atau udara), pengurusan kepabeanan, transportasi, dan pergudangan.


III. Keniscayaan Transisi Freight Forwarder ke Logistik Pihak Ketiga (3PL)

Kebutuhan pelanggan terhadap 3PL beragam, dan outsourcing logistik akan menjadi proses bertahap.

  1. Bagi pelanggan, menurunkan biaya dan waktu siklus sekaligus meningkatkan tingkat layanan adalah tantangan utama, namun fokusnya berbeda antar industri. Pada industri manufaktur otomotif, seiring bergesernya ketergantungan dari suku cadang impor ke pemasok suku cadang lokal, pentingnya menurunkan tingkat persediaan melalui “just-in-time delivery” semakin ditekankan. Pada industri pakaian, pemendekan turnaround time lebih krusial untuk merespons tren pasar yang berubah cepat.

  2. Pelanggan mengakui pengalaman penyedia logistik internasional dalam sistem TI, keahlian industri, dan profesionalisme. Pada saat yang sama, mereka juga mengakui keunggulan penyedia logistik domestik dalam hal biaya, pengalaman lokal, dan jaringan domestik. Temuan ini juga menegaskan efek sinergi ketika penyedia logistik domestik membangun aliansi strategis dengan penyedia internasional.

  3. Saat ini, proporsi perusahaan Tiongkok, khususnya BUMN tradisional, yang menggunakan layanan 3PL relatif kecil. Perusahaan multinasional di Tiongkok adalah pihak tercepat dalam outsourcing logistik dan saat ini menjadi fokus pasar 3PL di Tiongkok. Namun, perusahaan multinasional ini juga sangat berhati-hati ketika melakukan outsourcing.

  4. Pelanggan lebih memilih memfokuskan energi pada bisnis inti dan terus mengembangkan produk baru agar kompetitif. Karena itu, sebagian besar cenderung memilih “outsourcing”, yaitu mendelegasikan lebih banyak layanan kepada perusahaan logistik profesional. Manfaatnya mencakup berkurangnya persediaan, berkurangnya dana yang tertahan, turunnya biaya perusahaan, meningkatnya daya saing inti, meningkatnya efisiensi produksi, dan lain-lain. Ini menonjolkan pentingnya serta prospek perkembangan industri logistik.


IV. Cara Mengembangkan Layanan Logistik Pihak Ketiga (3PL)

Perusahaan perlu menyesuaikan strategi pengembangan mereka, membuat penyesuaian yang tepat berdasarkan karakteristik sendiri dan orientasi permintaan pasar, serta berupaya mengembangkan layanan yang beragam dengan fondasi bisnis freight forwarding.

  1. Membangun platform logistik sendiri: Bergantung pada kekuatan finansial, pertimbangkan membangun taman logistik sendiri atau membangun taman logistik bersama forwarder lain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan terkait pergudangan, transportasi, dan kebutuhan lainnya.

  2. Membina talenta logistik profesional untuk menyediakan layanan logistik yang profesional: Lingkup bisnis freight forwarding sudah luas dan mencakup banyak area. Perusahaan sebaiknya memilih fokus pada beberapa area yang paling unggul, seperti pergudangan, distribusi, dan sebagainya.

  3. Berkolaborasi dengan freight forwarder asing untuk bersama-sama membangun layanan logistik: Misalnya, bermitra dengan freight forwarder Amerika. Kedua pihak dapat menangani ekspor (impor), deklarasi (clearance) kepabeanan, pergudangan, distribusi, dan rangkaian layanan lainnya secara bersama. Tingkatkan sistem pelacakan kargo dan perbarui informasi secara tepat waktu di kedua situs web, agar pelanggan di kedua sisi dapat mengetahui status perkiraan barang mereka.

  4. Memperluas jenis layanan, menonjolkan karakteristik layanan, dan berkembang secara beragam: Perusahaan freight forwarding internasional harus meninggalkan identitas sebagai perantara tunggal semata. Mereka perlu menggabungkan kebutuhan pelanggan untuk memberikan layanan yang terarah dan personal, serta menyelesaikan kesulitan dan pertanyaan yang dihadapi perusahaan dalam kegiatan logistik. Idealnya, mereka menawarkan solusi logistik terpadu yang berbeda dan lengkap, disesuaikan untuk tiap perusahaan yang berbeda.


V. Studi Kasus

Profil Perusahaan:
ABC LOGISTICS CHINA LTD. didirikan pada awal 1998 dengan persetujuan Shanghai Foreign Economic Relations and Trade Commission serta bekas Ministry of Foreign Trade and Economic Cooperation. Perusahaan ini adalah agen freight laut dan udara internasional kelas A, dengan kualifikasi yang disetujui oleh Civil Aviation Administration of China sebagai agen penjualan yang ditunjuk untuk penjualan internasional dan domestik. Modal terdaftar perusahaan adalah 10 juta RMB.

Dengan memanfaatkan merek berkualitas dan citra sosial yang baik dari XX Transportation (Group), perusahaan menjalankan layanan impor dan ekspor laut dan udara domestik serta internasional, termasuk customs clearance, transshipment dengan pengawasan, booking, pergudangan, konsolidasi dan dekonsolidasi kontainer, penyelesaian freight, deklarasi inspeksi, serta layanan door-to-door di Tiongkok Timur dan seluruh Tiongkok.

Perusahaan memiliki jaringan layanan terpadu yang mencakup transportasi multimoda darat, laut, dan udara dengan through bills of lading. Dengan memanfaatkan platform jaringan e-commerce XX serta sarana teknologi tinggi modern untuk manajemen informasi, dan bekerja sama dengan XX Insurance Company, perusahaan juga menyediakan layanan keagenan asuransi pengangkutan kargo, sehingga menjamin keselamatan dan kepentingan barang pelanggan sepanjang transportasi.

  1. Sebelum mengembangkan layanan 3PL:
    Perusahaan terutama berfokus pada impor (ekspor) laut (atau udara), deklarasi (clearance) kepabeanan, dan transportasi. Selama krisis ekonomi terakhir ketika perdagangan luar negeri terdampak, volume bisnis perusahaan juga menurun tajam. Selain itu, menghadapi persaingan ketat di industri freight forwarding dan tidak mampu menyediakan layanan lain yang lebih profesional bagi pelanggan, perusahaan kehilangan banyak klien (sebagian direbut oleh forwarder lain, yang menyoroti tingginya kemudahan penggantian, serta fakta bahwa faktor terpenting di industri ini tidak selalu layanan, melainkan harga murah dan relasi personal).

  2. Cara mengembangkan layanan 3PL:

    A: Mengubah model bisnis dan arah strategis perusahaan dari sekadar menyediakan freight forwarding menjadi menyediakan layanan logistik.

    B: Membina talenta logistik profesional:
    Logistik, sebagai teknologi manajemen baru, mencakup bidang yang sangat luas. Ini menuntut manajer logistik tidak hanya memahami seluruh alur proses, tetapi juga menguasai teknik manajemen logistik serta pengetahuan komprehensif yang mencakup logistik internal perusahaan dan manajemen rantai pasok yang meluas ke luar. Karena pendidikan dan pelatihan logistik dimulai relatif terlambat, meskipun kini sebagian lulusan program logistik universitas sudah memasuki pasar, banyak yang kurang pengalaman praktis. Terjadi kekurangan serius talenta yang memiliki pengetahuan logistik komprehensif dan kemampuan manajemen praktis, jauh dari memenuhi kebutuhan perusahaan untuk mengembangkan logistik modern.

    C: Menempuh jalur spesialisasi dan membangun merek layanan:
    Menghadapi tekanan, sebagai perusahaan kecil dan menengah yang merupakan pemain utama dalam industri freight forwarding Tiongkok, ABC LOGISTICS CHINA harus berupaya mengamankan posisi dalam persaingan ketat dengan berfokus pada spesialisasi layanan, diferensiasi, dan penyempurnaan. Perusahaan harus menang melalui karakteristik operasional, menarik klien dengan keunggulan di bidang spesialis, menguasai pasar dengan mekanisme layanan yang fleksibel, dan mengikuti jalur operasi terspesialisasi. Ini bukan hanya tuntutan esensial dari bisnis freight forwarding, tetapi juga manifestasi penting dari dua gagasan inti layanan 3PL, yaitu sistematisasi dan spesialisasi.

    Pada saat yang sama, dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, permintaan layanan freight forwarding berkembang menuju kualitas yang lebih tinggi dan personalisasi. Karena persepsi terhadap kebutuhan pelanggan berubah, konsumsi barang semakin menjadi konsumsi yang bersifat holistik. Sampai batas tertentu, pelanggan bersedia membayar harga atau biaya tertentu demi jaminan layanan yang lebih baik. Karena itu, bagi freight forwarder kecil dan menengah di Tiongkok, operasi terspesialisasi dan membangun merek yang khas juga merupakan pilihan praktis untuk mengatasi kesulitan dan membentuk daya saing inti.

  3. Prospek ABC International Freight Forwarding Co., Ltd. setelah mengembangkan bisnis 3PL:
    Menyediakan layanan bernilai tambah bagi pelanggan dan meningkatkan citra perusahaan. Penyedia 3PL dan pelanggan bukanlah pesaing, melainkan mitra strategis. Penyedia 3PL berpikir untuk kepentingan pelanggan, membuat manajemen rantai pasok pelanggan menjadi sepenuhnya transparan melalui jaringan informasi global, sehingga pelanggan dapat memahami kondisi rantai pasok mereka melalui INTERNET kapan saja.

Penyedia 3PL adalah pakar logistik. Mereka mencapai kendali penuh atas seluruh rantai pasok dengan fasilitas lengkap dan staf terlatih, sehingga mengurangi kompleksitas logistik. Mereka secara signifikan mempersingkat waktu pengiriman melalui jaringan distribusi global dan penyedia layanan (subkontraktor), membantu pelanggan meningkatkan layanan dan membangun citra merek sendiri. Penyedia 3PL merancang solusi “tailor-made”, menyusun rencana logistik berorientasi pelanggan yang berbiaya rendah dan berefisiensi tinggi, sehingga pelanggan dapat menonjol di antara para pesaing dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perusahaan untuk menang dalam kompetisi.


VI. Kesimpulan

Pasar freight forwarding Tiongkok di masa depan akan berkembang menuju skala yang lebih besar dan standarisasi. Untuk freight forwarder kecil dan menengah, mereka harus memilih antara membesar atau menghadapi pilihan yang lebih keras.

Pertama, model operasi freight forwarder bergaya “briefcase” saat ini pasti akan tersisih. Kebangkitan carrier terintegrasi, operator transportasi independen, dan penyedia 3PL akan mendorong pasar freight forwarding bergerak dari kompetisi bebas menuju tahap oligopolistik, mirip dengan industri pengiriman ekspres internasional yang sudah dimonopoli oleh beberapa perusahaan oligopoli. Pasar freight forwarding Tiongkok akan sulit menghindari tren ini.

Bagi forwarder kecil dan menengah di Tiongkok, menghadapi merger dan akuisisi oleh perusahaan asing adalah kemungkinan yang realistis, sebuah pola yang sudah terlihat pada sektor agen kargo udara. Pada saat yang sama, kita juga tidak dapat mengesampingkan merger dan akuisisi oleh BUMN besar. Namun, diferensiasi ini pada gilirannya akan mendorong perusahaan freight forwarding Tiongkok menuju tahap yang lebih matang, sehingga kita perlu mendefinisikan ulang pasar freight forwarding.

Setelah diferensiasi, pasar freight forwarding seharusnya menjadi lebih beragam dan komprehensif. Di Tiongkok, baik kita menyebutnya logistik pihak ketiga maupun operator transportasi, model layanan freight forwarding lama sedang berakhir, dan model baru sedang mendekat.

Dilihat dari praktik pengembangan logistik di dalam negeri maupun internasional, banyak perusahaan logistik kelas satu berevolusi dari freight forwarder. Logistik pihak ketiga memang merupakan pilihan yang berpandangan jauh ke depan dan rasional bagi perusahaan freight forwarding di Tiongkok.

 

Kami akan sangat menghargai jika Anda dapat membagikan Blog TGL kepada teman-teman yang tertarik dengan informasi pasar rantai pasok terkini serta perkembangan ekonomi terbaru.

Get a Quote Go Top